Bayu (angin) dan Atlas (peta).
Peta dari pikiran yang sedang berlalu.

Saya seorang profesional SDM. Pekerjaan saya mencakup manusia, proses, dan sisi hukum dalam menjalankan organisasi, meskipun saya bukan pengacara. Saya telah menjalaninya di industri minyak, pengelolaan limbah, manufaktur, dan periklanan, di Indonesia dan Jepang.

Bayu Atlas menjembatani jarak antara sistem yang kaku dan intuisi yang cair. Dari analitik SDM hingga pengamatan budaya, saya menelusuri bagaimana gagasan berpindah melintasi batas—disiplin, wilayah, dan sudut pandang.

— Nursalam. Bayu Atlas adalah nama yang saya gunakan dalam bekerja.